ini, Indonesia first
February 2, 2009
Lagi panas-panasnya kampanye dan spanduk-spanduk Caleg disana sini. Sampe beberapa spanduk dan bendera telah berhasil membuat saya ketakutan.
Bagaimana tidak takut HAH…bendera warna putih terang ada di atas pohon berkibar dan saya lihat pas jam 11 malem (bis ngelembur)…yo wajar kaget..HUHH…
Tapi kali ini saya nda akan bahas bendera dan atributnya para Caleg ituh. Karena setelah mereka mempromosikan diri..saya jadi berpikir..Indonesia…saya mau bantu apa untuk Indonesia. Negara yang telah saya dia tinggali ini…mo mencerca para caleg itu yang bermanis kata pas mo pemilu..toh …padahal saya belum berbuat banyak juga..setidaknya ini jadi sekelumit sikap …
Kalo kita mo 100% indonesia, memblok produk dari negara lain, atau anti dengan negara lain. Sepertinya berlebihan dan tidak mungkin. Toh saya nulis disini pun memakai jasa produk luar negeri. Tapi menurut saya ada pemikiran untuk kesana. Salah satunya ya INDONESIA FIRST..Indonesia duluan, mengutamakan Indonesia.
Usahakan memakai Produk lokal
Dengan menggunakan produksi lokal, kita sudah membantu pedagang Indonesia, Produsen Indonesia, dan juga pekerja Indonesia yang nota bene adalah orang-orang yang biasa-biasa. Saya salut dengan isnpeksi mendadak Wapres Yusuf Kalla saat rapat dengan beberapa menteri. yang menanyakan apa merek sepatu setiap orang di ruangan itu.
Juga saat memilih pasangan hidup, pilihlah yang lokal dulu..kalo g ada yang cocok atau g ada yang mau..silahkan cari dari luar. Tapi akan repot tentunya. yang pasti produksi lokal masih melimpah ruah, dan berkualitas prima.
Oya jadi ingatĀ curhatanĀ dosen kuliah dulu ” kemaren ikut menghadiri undangan seminar yang biayanya mahal karena pembicara dariluar negeri. dan yang dibahas hanya tentang uji asumsi dasar statistika. Padahal saya sendiri bisa lebih dari itu, dan saya hanya tersenyum tentang penjelasan-penjelasan yang diberikan. mahasiswa sekali lah” pembicaraan g plek seh cuma intine ya begitu.
Orang-orang Indonesia memang sudah terkenal dengan sikap prestisenya, mungkin juga sodara dan juga saya. Walo mungkin kadarnya ada yang berlebihan. Lihat saja diskotek ramai disini, restoran cepat saji ramai disini, padahal di negara asalnya lagi dikampanyekan pengurangan konsumsi makanan restoran itu. Bahkan blogger pun lebih banyak peningkatannya di Indonesia di banding di negara asalnya.
entah bangga atau bukan..
Ayo, Indonesia first
Bukankah menurut ajaran Islam, memuliakan tetangga itu sangat dicintai Allah dan RosulNya. Jadi mari kita melihat/peduli orang disebelah kita. dan secara luas mari kita peduli dan mengutamakan Indonesia dulu baru yang negara lain.
Sudah berbagi dengan di sebelahmu *nyodorin kripik singkong ke sebelah meja*
Entry Filed under: Uncategorized. .
9 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed










1.
antown | February 2, 2009 at 1:46 pm
yang penting pertamaks dulu
2.
antown | February 2, 2009 at 1:48 pm
saya juga benci bendera2 yang akhirnya menjadi sampah visual itu. Berkah bagi mereka pengusaha sablon dan sejenisnya
3.
bogorbiru | February 2, 2009 at 4:33 pm
selamat datang di demokrasi spanduk, kian..
4.
harry | February 3, 2009 at 6:20 am
aku juga salah satu penyuka keripik singkong lho mbak, kirim ke semarang ya mbak
5.
Jiban | February 3, 2009 at 7:26 am
ini yang acara smart itu ya?
6.
podelz | February 4, 2009 at 3:26 am
harusnya pemimpin mulai memcuci otak masyarakat agar tidak berkiblat dengan luar negeri lagi dalam hal pengkonsumsian barang, tapi berkiblatlah ke dalam negeri.
Kalau sudut pandang masyarakat tidak di rubah akan susah meningkatkan rasa bangga menggunakan produk dalam negeri
7.
tukang nggunem | February 4, 2009 at 6:06 am
Kenapa China pelan namun pasti mnjadi salah satu raksasa asia? karena penduduknya juga mengutamakan produk dalam negri mereka dulu, baru kemudian produk luar…
Salam kenal nan hangat selalu dari kota sebelah (solo)
8.
w2n | February 5, 2009 at 12:43 am
testing….
ini, baru orang Indonesia beneran…
9.
iamsamira | February 5, 2009 at 3:23 am
inikian bilang Juga saat memilih pasangan hidup, pilihlah yang lokal dulu..kalo g ada yang cocok atau g ada yang mau..silahkan cari dari luar. Tapi akan repot tentunya. yang pasti produksi lokal masih melimpah ruah, dan berkualitas prima.
hahaha gitu ya? gw lokal loh!