Archive for May, 2008
ini, internet unlimited
Internet saat ini menjadi salah satu kebutuhan kruasial *mo bilang primer ya nda tepat ik*, kalimat itu berdasarkan pengalaman saat kabel backbone asia putus, yang akibatnya internet indonesia pun colaps (cuma bisa koneksi di dalam indonesia aza -IIX-) dan pekerjaan di sebagian besar kantor-kantor pun terhambat, seperti berada dalam tempurung. Dan alhamdulillah sekarang sudah kembali normal.
Nah, kini masalah fakir benwit pun menghinggapi beberapa teman dan saya juga. Misal teman kantorku (kantorku membatasi pemakaian internet -jadi cuma sanggup untuk buka email dan browsing yang ringan-ringan seperti detik.com), teman dikantor sebelah (alasannya sama dibatasi, YM pun tak bisa). Jadilah kini kami serempak untuk hunting internet murah tapi bebas.
dan inilah internet unlimited untuk anda, saya, dan kita.
mo tau..monggoo..
(more…)
ini,tentang ramalan
Sudah pernah tahu informasi tentang seorang peramal yang heboh, dan menggemparkan. Karena dia telah bisa meramalkan kejadian-kejadian diseluruh dunia. Mulai dari kematian Putri Diana,Peristiwa 11 September di New York, Gempa tsunami di Aceh dan sekitarnya, dan bencana-bencana lain yang akan datang. Sudah tahu? Peramal itu bernama Jucelino Noberga da Luz. Sudah banyak yang terbukti.
Anda percaya?
Banyak memang dari ramalan Bapak Jucelino Noberga da Luz yang seorang guru itu yang terbukti. Apa anda percaya dengan kelanjutan ramalannya? Beliau memang baik dan dermawan. dan peduli dengan orang banyak, bahkan seluruh manusia dibumi ini. Tapi fokuslah, Ini tentang percaya pada ramalannya atau tidak, bukan suka dengan Bapak itu atau tidak. anda percaya dengan ramalannya?
Ini ada beberapa hadist Rosulullah (aku kutip dari majalah Mu’minah)
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa yang mendatangi dukun dan menanyakan tentang sesuatu lalu membenarkannya, maka tidak diterima sholatnya 40 malam.” (HR Muslim dari sebagian istri Nabi Muhammad SAW)
Pada kesempatan lain, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
“Barangsiapa yang mendatangi dukun(peramal) dan membenarkan apa yang dikatakannya, sungguh ia telah ingkar (kufur) dengan apa yang dibawa Nabi Muhammad SAW.” (HR.Abu Dawud)
Kalo banyak peramal like Bapak Jucelino Noberga da Luz, atau Mama Loren yang meramalkan akan terjadi bencana-bencana dimasa akan datang, dan kita harus siap-siap *kita memang harus siap*. Hmm menurutku itu hal yang wajar dan tidak perlu diramalkan*minta pentunjuk tukang ramal*. Toh bumi kita memang sudah semakin berumur, orang semakin banyak bencana itu memang pasti adanya, Kiamat itu memang sudah pasti adanya, Jadi memang itu akan terjadi jadi tak perlu ke peramal untuk mengetahuinya, toh Allah sudah meramalkannya di Alquran bukan, sejak dulu ratusan tahun silam? Jadi sekarang anda lebih percaya dengan siapa?.
Saya kutip pula dari artikel di majalah Mu’minah:
Sesungguhnya perkara-perkara ghaib hanyalah Allah yang mengetahui. Dan ini hak prerogatif Allah semata, selain makhluk yang ia beritahukan tentangnya, seperti sebagian Malaikat dan para Rasul sebagai Mukjizat. Dalam hal ini, Allah berfirman:
“(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib. Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seseorang pun tentang yang ghaib kecuali kepada Rasul yang diridlai-Nya. Maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (Malaikat) dimuka bumi dan dibelakangnya.” (QS.Al-Jin:26-27)
ini, tes readmore
pssssttt…saya mo tes read more-nya neh.
duh ni dua orang kok ngikutin aza deh…hehehe
ga dinkkk….sini..sini temenin saya ngedit-ngedit foto,
bertiga lagi hunting foto, eh malah dijadiin model asal ginih
ini, Kian di kota tua

“rehat sejenak bersama anak-anak di kota tua”
Picture taken with Nikon D70, Location: Kota Tua Jakarta
ini,kian dan tempat curhat
Setiap orang pasti punya masalah. Dan setiap masalah pasti punya solusi, kecuali kematian. Kadang suatu masalah itu ada justru berbarengan dengan solusinya, jadi sebenere setiap orang sudah membawa solusinya. namun kenapa kadang sulit mengetahui kalo itu adalah solusinya. Ya..solusi nda selalu indah..tapi kadang nantinya akan menjadi indah. jadi masalah waktu saja.
(more…)
ini, Kian kecil dan Kereta

*hampir mirip pas aku kecil lah *mekso buangeti*
Kian kecil dengan rambut ikal sebahu, sedang bermain dan bercanda dengan Pamannya, Om Bambang, dirumah kontrakan orang tuanya yang terletak di pinggir rel kereta api, daerah Kebon Pedes. Om Bambang memang sangat enak diajak bercanda, bermain, dan tertawa. Kian kecil sangat menyukainya dan menyayanginya.
Bulan agustus. Kampung Kebon Pedes sedang ramai-ramainya perlombaan dan pertandingan tujuh belasan, tak ingin melewati kesempatan ini Ibunya Kian kecil dipastikan ikut pertandingan voly antar RT disana. Sore itu jadwal pertandingan volly Rt kami melawan RT sebelah. Saat ingin berangkat ke lapangan volly, ibunya Kian kecil melihat Kian kecil masih asyik bercanda dengan Om Bambang, adik Ibunya Kian kecil.
Om Bambang melihat Ibunya Kian kecil berangkat ke lapangan, kemudian dia menuju ke dapur minum air putih beberapa tegak, ngemil sebentar dan segera meluncur ke Lapangan -ingin melihat pertandingan volly kegemarannya- melalui jalan belakang rumah. Kian kecil dipastikan ikut dengan Ibunya, begitu menurutnya.
Ibunya Kian kecil berjalan menuju lapangan melalui jalan depan rumah.
Pertandingan berlangsung seru, di setiap saat jeda, Ibunya Kian Kecil melirik ke luar lapangan melihat Kian Kecil bersorak gembira melihat pertandingan, Kian kecil berada tak jauh (5 meter) dari Om Bambang. “My good brother” dalam hatinya.
Teriakan-teriakan heboh dari mulut Om Bambang menghiasi pertandingan sore itu. Ia melirik ke sebelah kanan, Kian kecil dengan rambut ikal sebahu dikuncir dua sedang meloncat-loncat dan bertepuk tangan. “Ponakan yang lucu, setia menonton Ibunya”
Pertandingan selesai,RT kami menang pertandingan volly sore itu. Para pemain istirahat dan bercanda gurau di pojok lapangan. Penonton bubar kembali ke rumah masing-masing. Pun demiKian Om Bambang berjalan pulang dengan wajah sumringah. “reguku menang..hebat”. berjalan pulang menyusuri rel kereta api yang memang sedang kosong tak ada suara kereta mendekat. agak jauh perjalanan pulang, duduk-duduk sebentar di rel. dan kemudian berlari kecil lompat dan sampai di rumah Kian kecil.
Pertandingan selesai, melepas lelah dan bersenda gurau dengan rekan satu tim, melihat ke arah lapangan, ibunya Kian kecil bergumam ” ah sudah kosong, Kian kecilku pasti sudah pulang bersama omnya”
Kian kecil berjalan mengikuti Om Bambang agak jauh di belakang (10 meter). ” Mama menang..Mama Menang..”.sambil menyusuri rel kereta api. Petang itu, banyak orang duduk-duduk di rel kereta api itu. Kian duduk sambil memainkan batu-batu di pinggir rel juga rumput-rumput perdu yang bergoyang setiap kali ditiupkan Kian kecil. Melihat ke kanan, Om Bambang masih duduk di rel. Kian kecil bermain-main batu lagi sambil bersenandung lagu ” satu satu aku sayang ibu, dua dua aku sayang ayah..tiga-tiga..”
kenapa tiba-tiba semua sepi, dan tempat duduk Kian kecil bergetar. Kian Kecil menengok ke arah kiri, Sebuah titik hitam yang semakin membesar tiba-tiba muncul ” Tuuuuuuuuuuuuuuutttt…tuuuuuuuuuuuuutttt”
Kian kecil tak bisa bergerak…diam terpaku..kaget..dan…”wusssssssssssss..jegrek…Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttt…tuuuuuuuuuuuuuttt”
-Setengah Jam kemudian-
Ibunya Kian Kecil pulang ke rumah, tapi kenapa di pinggir rel itu banyak sekali orang berkumpul.
“ada yang ketabrak kereta api!!” teriak orang-orang disana heboh.
Ingin tahu siapa, ibunya Kian kecil berlari ke arah kerumunan itu. Dan ….
Lemas..pucat pasi..dilihatnya Kian kecil dengan wajah pucat, bibir putih, bingung..
Ibunya Kian kecil langsung memeluk Kian kecil, dan tangisan terdengar..suara tangis Ibunya dan Kian Kecil menyatu menjadi suatu nyanyian penuh noise..
Petang itu, Pak RT pulang dari lapangan.. berjalan menuju rumahnya yang berada di pinggir rel kereta api, tetangga Kian Kecil.
” Tuuuuuuuuuuuuuuutttt…tuuuuuuuuuuuuutttt” kaget..mendengarnya.
dilihatnya Kian kecil yang terpana duduk di rel kereta api dengan tak jauh kereta api tujuan Jakarta ada di belakang Pak RT.
Tanpa pikir panjang, Pak RT langsung lari menerjang tumpukan sampah penuh pecahan kaca, dengan tangan kanan disambutnya Kian Kecil dengan secepat kilat dan “wusssssssssssss..jegrek…Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttt…tuuuuuuuuuuuuuttt”
kereta api melewati samping mereka.
Digendongnya Kian kecil yang masih diam membisu seribu kata dengan wajah pucat pasi.Diletakkannya Kian Kecil di bangku dipinggir jalan kecil itu. Berkumpullah semua orang.
Darah segar masih saja mengalir dikaki Pak RT.
ini, diskon semua buku di Gramed Depok
Bro and guls….
ada diskon boo..di Gramedia Depok. Kapan lagi tuh Gramed punya diskon 20%-40% untuk semua buku. Tapi ya itu cuma di Gramedia Depok dan berakhir hingga 31 Mei 2008 ini.
Jadi buruan dah…kalo saya seh nanti aza kalo ke Yogya, beli buku di Toga Mas dah pasti diskon 20% dan gratis sampul plastik.
ini,BBM naik ga naik yang penting makan
masih berkutat dengan BBM dan harga-harga yang naik, kalo dengerin yang pada protes..ya saya juga terbakar semangat tuk protes BBM naik, ahhh tapi kan ga ngefek ya..pertamax, minuman variokuh sudah dari seminggu lalu naik dari 8300 jadi 8750.. nda masalah seh..(untung sekarang suka males jalan-jalan).. so saya nda jadi protes lah….
kalo mo tau ya..andai BBM nda naik, maka subsidi dari pemerintah untuk BBM itu bisa 2 kali lipat subsidi pangan. Gila kan..BBM itu cuma untuk dibakar, nguap ngerusak Bumi. Apa logis ya..
Mending BBM naik tapi subsidinya dipindah ke pangan atau kesehatan, atau subsidi/gaji untuk para Pejabat (yang duduk di DPR MPR) itu dikurangin saja, Kan mereka dah dapet duit gede untuk proyek-proyek pemerintah maupun swasta (atau hasil korupsi).
Kalo saya seh menerimo sajalah. Toh di negara lain BBM itu sudah naik, Negara kita aza yang masih memanjakan rakyatnya yang kadang ga tau diri mengkonsumsi barang. Bilang masih miskin tapi kok sering JJS ke luar kota, bilang masih kere kok masih bisa telpun2an lama. Bilang nda punya duit tapi minum-minum dipinggir jalan.
Nda usah jauh-jauh nuntut negara harus begono begini, sekarang sih gimana ngurus negara/diri kita sendiri. Mana yang diprioritaskan memakan biaya besar..makan atau jalan-jalan, baju atau nabung, internet atau kulineran…
jadi mari kita urus diri kita dulu, manage diri kita dulu..baru protesss…
kalo diri kita aza ga becus gimana mo ngurus orang lain.















Recent Comments